Perlukah Sertifikasi di Bidang IT Sekuriti?
Sertifikasi di bidang IT sekuriti belum tentu menjamin di terimanya
anda dalam suatu pekerjaan tapi yang pasti akan membantu anda
meningkatkan posisi dan reputasi anda.
Dalam dunia IT, sertifikasi merupakan hal yang bisa penting tapi juga
bisa dibilang tidak.Apalah artinya, jika seseorang dapat lulus ujian
MCSE tapi tidak dapat tahu bedanya antara Internet Domain dan Windows
Domain? Jika mau membuat diri kita berbeda, membutuhkan respek dalam
pekerjaan, dan (terus terang) jika mau mendapatkan pendapatan lebih,
kita harus berbuat lebih dari pada sekedar mengejar sertifikasi saja.
Kita perlu meningkat pengalaman, dedikasi dan kerja keras serta
mengikuti perkembangan. Seperti umumnya dimana pun, yang lebih penting
dari sertifikasi itu sendiri adalah kemampuan yang sebenarnya dan
pengetahuan yang mendasar diberbagai informasi mengenai bidang
tersebut. Di bidang IT sekuriti, ada beberapa sertifikasi yang tersedia
dan memang bertujuan mendalami hal penting yang disebutkan sebelumnya.
Berbasiskan Produk VS Berbasiskan Industri
Di bidang IT security, sertifikasi terbagi menjadi 2 (dua) tipe umum:
berbasiskan produk dan berbasiskan industri. Sertifikasi yang
berbasiskan produk membuktikan bahwa anda telah mempelajari (sampai
tingkat tertentu) dan cukup memahami suatu produk sehingga berhasil
melalui ujian yang dikeluarkan oleh pembuat produk. Sertifikasi jenis
ini umumnya tidak menunjukan apakah anda tepat di suatu jabatan
tertentu dalam perusahaan atau tidak. Juga belum tentu menjamin bahwa
anda dapat menjalankan produk tersebut tanpa hambatan. Kenyataannya,
beberapa sertifikasi jenis ini lebih mengarah kepada keuntungan
perusahaan produk tertentu karena: dengan makin banyaknya minat
terhadap sertifikasi berbasiskan produknya, berarti posisi produknya
semakin kuat dan semakin menjadi standar. Tentunya tidak ada salahnya
kalau anda mengambil sertifikasi ini, apalagi jika kebetulan anda
bekerja pada suatu perusahaan produk tersebut atau perusahaan yang
membuat produk tersebut sebagai standar dalam perusahaannya. Hal ini
juga belum tentu membuat anda akan mendapatkan pekerjaan lain yang
lebih baik, tapi paling tidak anda dapat meningkatkan pengetahuan dan
reputasi.
Sertifikasi berbasiskan industri arahnya lebih luas. Sertifikasi jenis
ini biasanya lebih di dorong oleh adanya kebutuhan mendalam terhadap
suatu standar yang digunakan secara umum di suatu bidang tertentu.
Sertifikasi di bidang networking contohnya, tidak menekan pada suatu
produk tertentu tetapi lebih kepada kelas dan fungsi dari produk serta
konsepnya. Sertifikasi dibidang industri biasanya di perkenalkan oleh
organisasi-organisasi yang independent yang berdedikasi dalam
menetapkan suatu standar pengetahuan atau dikenal dengan istilah Common
Body of Knowledge. Terkadang suatu asosiasi khusus dibentuk untuk
mem-fasilitasi ujiannya yang meliputi, pertanyaan-pertanyaan, jangka
waktu, format, dan lain-lain. Di samping adanyaa dukungan dari
industrinya, organisasi ini pun didukung juga oleh perusahaan yang
mempekerjakan orang-orang certified tersebut serta orang-orang itu
sendiri. Ambil contoh, sertifikasi ‘dokter’ dan ‘SH’, banyak
persyaratan untuk mendapat sertifikasi tersebut, maupun dalam
menyandang sertifikasi tersebut di pekerjaan, seperti adanya kode etik,
ikatan dokter/ikatan pengacara dan lain-lain.
Sertifikasi berbasiskan industri menekankan perlunya pengalaman sebelum
dapat mengikuti ujian, serta diharuskan untuk terus mengikuti
perkembangan di dunia industri tersebut. Sedangkan sertifikasi
berbasiskan produk memerlukan pengetahuan tentang suatu produk yang
kuat, tanpa mempersoalkan dasar atau sudah diterimanya oleh suatu
standar atau belum tentang pengetahuan tersebut. Setiap ujian dari
versi baru produk tersebut umumnya memberikan sertifikasi baru.
Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan produk
Checkpoint Certified Security Administrator/Engineer
Anda dapat menjadi seorang Checkpoint Certified Security Administrator
(CCSA). CCSA mengerti produk firewall dari Checkpoint yaitu FireWall-1
dan dapat melakukan instalasi serta men-set-up konfigurasi sederhana.
Untuk menjadi certified, tinggal mengikuti pelatihan dari Checkpoint
yaitu “Introduction to FireWall-1 Management” serta ujiannya. Anda juga
harus mempunyai pengetahuan dibidang Unix atau Windows, teknologi
jaringan, komunikasi internet, dan TCP/IP. Sertifikasi ini disertai
dengan akses gratis ke Checkpoint technical support staff untuk 3 kali
insiden, plus sebuah CD referensi teknis SecureNet. Setelah itu, anda
dapat meneruskan ke tingkat lebih lanjut yaitu CheckPoint Certified
Security Engineer (CCSE), yang ditujukan pada engineer yang mengatur
beberapa sistem FireWall-1 sekaligus, dengan cara mengikuti pelatihan
dari Checkpoint yaitu “Advanced FireWall-1 Management.”. Disini anda
akan belajar cara meng-implementasi kebutuhan firewall secara maksimal
untuk kelas perusahaan menengah dan besar. Kelulusan disertai dengan
tambahan support sebanyak 5 kali insiden dari Checkpoint plus 1 (satu)
tahun subscription dari SecureNet. Sertifikasi untuk produk CheckPoint
lainnya juga ada, yaitu FloodGate dan Meta IP. Certified professionals
diharuskan untuk mengikuti terus ujian-ujian tentang produk baru untuk
menghindari disebut sebagai pensiunan karena sudah ketinggalan
pengetahuan baru tentang produk tersebut. Lebih lanjut dapat di lihat
di http//www.checkpoint.com/services/education/certification.html.
Network Associates Certifications
Network Associates (www.nai.com/var/cert.asp) menawarkan
NetworkAssociates Certified Professional (NCP) terhadap produk-produk
dari NAI untuk partner. Persyaratan sertifikasinya membutuhkan
dipenuhinya kelas Partner Services dan testing melalui Sylvan
Prometrics. Produk lingkup meliputi PGP, Gauntlet NT, dan CyberCop.
Axent Certifications
Pada bulan Januari 1999, AXENT (www.axent.com/training) mengumumkan
program sertifikasi AXENT Enterprise Security Professional (AESP).
Sertifikasi ini meliputi semua produknya yang akan di fasilitasi oleh
SecureNetwork Consulting (http://www.snc-inc.com/), subsidiari AXENT.
Program ini menggunakan scenario keamanan dalam real-world serta solusi
hands-on yang meliputi 2 (dua) level:
o Level 1, Enterprise Security Practitioner—4 (empat) kelas AXENT dan ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).
o Level 2, Enterprise Security Architect—Lulus level 1 (satu), 4
(empat) kelas AXENT, 2 (dua) courses dari vendor sekuriti lain, dan
ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).
Sayangnya, pada waktu saya mencoba melihat dan mencari di website
mereka baru-baru ini; sepertinya belum terdapat perkembangan baru
mengenai hal ini (apa masih diteruskan?).
Cisco Certifications
Cisco (www.cisco.com) juga memiliki beberapa sertifikasi untuk
produk sekuritinya - yang sayangnya, karena keterbatasan waktu saya
belum dapat menuliskan hal tersebut disini.
Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan industri
Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
Common Body of Knowledge atau CBK dari keamanan sistem informasi
menjadi basis dari International Information Systems Security
Certification Consortium, atau ISC2 (http://www.isc2.org/). Standar
seperti BS17779 dan ISO7799 menjadi dasar dari CBK. Ujiannya dibuat
oleh badan testing professional dan selalu di revisi/diperbaharui
sesuai perkembangan di industri IT sekuriti. Untuk menjadi seorang
Certified Information Systems Security Professional (CISSP), anda harus
lulus ujian yang terdiri dari 250 pertanyaan multiple-choice yang harus
diselesaikan dalam waktu 6 (enam) jam! Ujiannya meliputi 10 (sepuluh)
dasar dari CBK yaitu:
o Access Control Systems & Methodology
o Computer Operations Security
o Cryptography
o Application & Systems Development
o Business Continuity & Disaster Recovery Planning
o Telecommunications & Network Security
o Security Architecture & Models
o Physical Security
o Security Management Practices
o Law, Investigations & Ethics
Anda juga harus memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam salah
satu dasar CBK diatas, belum pernah melakukan tindakan kriminal dan
menjunjung tinggi apa yang disebut Code of Ethics. Umumnya yang
mengejar sertifikasi ini antara lain adalah auditor IS, konsultan,
vendor, penyelidik, dan instruktur yang memerlukan pengetahuan keamanan
IS secara lengkap dan menyeluruh serta mengaplikasikan pengetahuan
tersebut. Biaya ujiannya US$395 dan dilakukan di seluruh dunia di
tempat-tempat asosiasi dan universitas yang bekerja sama dengan ISC2
secara periodic dalam setahun. Re-sertifikasi di haruskan setiap 3
(tiga) tahun yang didapat dengan cara mengikuti kelas-kelas pelatihan
secara terus-menerus (continuing) tentang keamanan IS yang total
lamanya minimal 120 jam.
Saat ini, baru 1 (satu) orang Indonesia yang mempunyai sertifikasi ini,
dan mudah-mudahan akan bertambah menjadi 2 (dua) orang setelah saya
ikut ujian di bulan Oktober nanti ;-)
Certified Information Systems Auditor
Information Systems Audit and Control Association ISACA
(www.isaca.org/cert1.htm) mensponsori Certified Information
SystemsAuditor (CISA) yang telah ada sejak tahun 1978. Umumnya
sertifikasi ini juga di kejar oleh IS auditor, control, dan juga para
professional di bidang IT sekuriti. Persyaratannya adalah lulus ujian,
mengikuti Code of Professional Ethics dari ISACA dan membuktikan bahwa
telah berpengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidang IS audit, kontrol
atau yang berhubungan dengan IT sekuriti.
Ujian selama 4 (empat) jam yang terdiri dari 200 pertanyaan
multiple-choice, dan hanya dilakukan di bulan Juni setiap tahunnya.
Ujiannya meliputi: standar-standar dan praktisi dari IT audit; sekuriti
dan kontrol; strategi IS, policy, prosedur, dan praktisi manajemen;
platform hardware dan software untuk IS; jaringan dan telekomunikasi;
data validasi, development, akuisisi, dan maintenance. 25 contoh
pertanyaan dapat dicoba di www.isaca.org/examsamp.htm. Juga di butuhkan
persyaratan yang mirip CISSP dalam re-sertifikasi dan ditambah iuran
tahunan untuk asosiasi.
Certified Internet Webmaster
Tipe ketiga dari sertifikasi ini umumnya sertifikasi yang
ditawarkan oleh badan pelatihan. Sebagai contoh adalah Certified
Internet Webmaster. Tidak berbasiskan pada produk tertentu dan tidak
juga berbasis pada suatu bidang industri tertentu, program Certified
Internet Webmaster yang difasilitasi oleh Prosoft Training
(www.prosofttraining.com/certification/ciwcertification.htm) ini
menawarkan suatu track untuk professional di bidang sekuriti.
Sertifikasi ini memerlukan keharusan untuk mengikuti beberapa kelas dan
ujian yang dilakukan oleh Sylvan Prometric. Track tersebut tadi
menempatkan seorang professional dibidang sekuriti sebagai seorang yang
mampu mengimplementasikan security policy, mengidentifikasikan ancaman
keamanan, men-develop countermeasures menggunakan sistem firewall dan
teknologi attack-recognition, serta bertanggung jawab dalam men-deploy
solusi-solusi transaksi e-business dan keamanan pembayaran. Persyaratan
sertifikasi yaitu, lulus suatu ujian dasar, lulus ujian internetworking
professional, and lulus ujian security professional yang kesemuanya
ditentukan oleh badan training tersebut. Sangat disarankan untuk
mengikuti kelas dari Prosoft yaitu ‘Eight days of security-related
program’ sebelum mengikuti ujian.
Makin luas makin bagus
Pada kenyataannya, pengetahuan dan kemampuan haruslah lebih
diperhitungkan dari pada titel diatas kertas, tapi terkadang anda harus
memiliki keduanya. Apalagi jika anda adalah seorang auditor atau
konsultan. Sebagai seorang professional, sertifikasi yang kita miliki
haruslah merefleksikan kemampuan kita yang sebenarnya. Salah satu cara
adalah memilih sertifikasi yang menekankan pada pengetahuan suatu
industri yang luas dan memerlukan pengalaman dalam jangka tertentu
sebagai persyaratan. Dengan demikian, dengan disandangnya sertifikasi
tersebut, membuktikan bahwa anda telah memenuhi persyaratan untuk
mendapatkan sertifikasi tersebut.
Tetapi, kembali lagi semuanya tergantung anda, tulisan ini hanyalah
sebagian dari hasil pengalaman dan pencarian saya untuk membantu
rekan-rekan di bidang IT sekuriti dalam memutuskan apakah anda memang
memerlukan suatu sertifikasi? dan jika ya, sertifikasi apakah yang
dapat menunjang pekerjaan dan karir anda?
v1rtu3